Header Ads

Harga Jagung di Kecamatan Labangka Anjlok: Petani Terjepit, Solusi Masih Belum Tampak



Sumbawa, Penyerapan jagung dari petani di Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa, saat ini tengah menghadapi masalah serius. Harga jagung terus merosot, berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp. 5.000 per kilogram. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani yang menggantungkan hidup mereka pada hasil panen jagung.


Pak Muhlis, seorang pemilik gudang jagung di Labangka, menjelaskan bahwa harga jagung dengan kadar air (KA) 15% hanya dihargai Rp. 4.000 per kilogram. Sedangkan jagung dengan KA 17% lebih rendah lagi, yakni Rp. 3.900 per kilogram. Hal ini sangat merugikan para petani yang telah bekerja keras dalam proses budidaya dan panen.


"Gudang-gudang di Sumbawa saat ini sudah penuh karena menampung jagung dari petani. Kami sangat berharap pemerintah Kabupaten Sumbawa segera menambah jumlah gudang mitra Bulog, khususnya di kecamatan seperti Plampang, Empang, dan Tarano," ungkap Pak Muhlis. Menurutnya, penambahan gudang sangat penting untuk mengatasi masalah penurunan harga yang berkepanjangan.


Namun, pandangan berbeda diutarakan oleh M. Khairunnas Habibi, perwakilan masyarakat tani di Desa Jotang, Kecamatan Empang. Ia menilai bahwa pemerintah seringkali menjadikan keterbatasan kapasitas gudang sebagai kambing hitam. "Tidak mungkin satu gudang menampung seluruh hasil panen petani. Setiap kecamatan harus memiliki banyak gudang sebagai mitra Bulog untuk menyerap hasil panen petani dengan baik," tegasnya.


Habibi juga menyoroti lambannya tindakan pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menyurati Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait perpanjangan fleksibilitas harga jagung. Menurutnya, kelambanan ini menjadi salah satu penyebab utama anjloknya harga jagung yang terus berlanjut.


Permasalahan ini mencerminkan kompleksitas sektor pertanian di Indonesia. Diperlukan kerjasama yang lebih erat antara pemerintah, petani, dan pemilik gudang untuk menemukan solusi yang efektif dan berkelanjutan. Selain penambahan gudang, langkah strategis seperti penetapan harga minimum yang realistis, peningkatan akses pasar, serta penyediaan fasilitas pengeringan dan penyimpanan yang memadai menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini.


Dengan adanya langkah-langkah yang tepat, diharapkan kesejahteraan petani dapat meningkat dan sektor pertanian di Kabupaten Sumbawa bisa berkembang lebih baik. Pemerintah daerah harus proaktif dan responsif, memastikan setiap kebijakan yang diambil dapat memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak, terutama petani yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan daerah.


Penurunan harga jagung adalah masalah serius yang membutuhkan solusi segera. Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar petani di Sumbawa tidak terus-menerus berada dalam situasi yang sulit.

No comments

Powered by Blogger.